Panduan Menggunakan Indikator Fibonanci Untuk Pemula

Indikator Fibonacci

Di simpulan hari perdagangan forex, tidak ada yang disebut dengan “Holy Grail”, namun fakta memperlihatkan bahwa indikator yang telah berusia 800 tahun mampu bekerja dengan baik hingga hari ini mirip yang telah terjadi berabad-kurun kemudian. Pada artikel ini, kita akan membahas apakah sebuah perhitungan matematika era ke-13 ini dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda? Meskipun balasan singkatnya yakni ya, namun anda juga harus memahami cara menggunakan Fibonacci Retracement dalam Forex biar membuatnya menguntungkan.

Fibonacci Forex – Fibonacci Retracement


Fibonacci retracement adalah suatu tools yang dapat menawarkan trader sebuah info semacam support/resistance yang tidak dimiliki oleh indikator forex lainnya. Seperti hal nya di pasar keungan lain, tren harga di pasar forex tidak bergerak dalam sebuah garis lurus. Melainkan, tren bergerak dalam sebuah teladan zigzag yang juga tidak jarang kembali bergerak ke pergerakan awalnya dan melanjutkan pergerakan tersebut, atau terus menguji tahap demi tahap level support dan resistance dikala bergerak lebih tinggi atau lebih rendah.

Sebagai contoh, pada masa yang digambarkan pada grafik harian EURUSD, Fibonacci Retracement dapat membantu kita untuk menentukan di mana harga cenderung akan:

  • Membuat sebuah reversal jangka pendek yang berulang saat bergerak zigzag di dalam tren jangka panjangnya.
  • Membuat reversal jangka panjang sesuai dengan tren jangka panjangnya, atau singkatnya memulai tren reversal jangka panjang.


Perhitungan Fibonacci retracement yakni didasarkan pada relasi beberapa perhitungan matematika yang dinyatakan dengan rasio antara suatu seri angka yang ditemukan (setidaknya untuk dunia Barat) oleh seorang ahli matematika periode ke tiga belas berjulukan Leonardo Fibonacci. Terlebih lagi, rasio-rasio ini juga banyak diaplikasikan di bidang lain seperti biologi, musik, dan seni. Anda dapat membaca lebih lanjut apa itu Fibonacci dalam Forex di sini, namun pada bagian ini kita hanya akan membahas suatu hal yang masih mempunyai kaitannya dengan trading.

Baca juga: Pengertian Scalping dan Cara Terbaik Untuk Scalping

Trader menemukan fakta bahwa sebuah tren akan cenderung kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya berdasarkan rasio yang sama, di mana rasio ini biasa dinyatakan dalam persentase 23.6 persen, 38.2 persen, 50 persen, 61.8 persen, dan 100 persen dari tren yang terjadi. Dengan menggambarkan sebuah persentase retracement dari tren yang terjadi pada grafik, maka trader juga selanjutnya dapat memprediksi dengan lebih baik sebuah kemungkinan bahwa tren pergerakan harga di periode yang akan datang akan terhenti atau reversal. Seperti yang telah dikatakan di awal, trader telah menemukan fakta bahwa dikala tren kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya, harga cenderung akan bergerak ke 23.6 persen, 38.2 persen, 50 persen, atau 100 persen dari tren yang terjadi. Masih belum jelas mengapa rasio ini mampu bekerja dengan baik, meskipun rasio ini juga dipandang berkhasiat hingga diterima secara luas, dan pengaruhnya juga semakin besar lengan berkuasa sebab memungkinkan para pelaku pasar memakai rasio ini sebagai titik s/r.

Sebagai acuan, pada gambar 2, dengan menggunakan level Fibonacci Forex (garis horizontal) yang digambarkan ketika tren turun selama tahun 2009 sampai 2010. Perhatikan seberapa baik Fibonacci retracement mampu memprediksi s/r dikala harga kembali bergerak ke sekitar pergerakan sebelumnya dalam keadaan tren turun.

Lanjutkan membaca untuk mengetahui cara memakai fibonacci retracement dengan benar, atau mencoba trading bebas risiko pada akun demo, dan perhatikan secara pribadi kekuatan memprediksi pergerakan harga dari Fibonacci Retracement dalam trading forex.

Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dengan Benar


Karena penerapan indikator teknikal pada platform trading forex bermacam-macam, kami biasanya tidak akan membahas wacana bagaimana anda dapat memasukkan indikator yang diberikan. Namun, dengan memakai Fibonacci Retracement, ada baiknya jikalau anda mempelajari ihwal bagaimana anda bisa menggambarkannya pada grafik. Kaprikornus, dari mana asal perhitungan garis-garis ini? Bagaimana anda harus menggambarnya?

Grafik Indikator Fibonacci

Untuk menggunakan Fibonacci retracement secara benar, terlebih dahulu anda perlu menentukan titik tertinggi dan terendah pada periode waktu tertentu. Setelah itu, maka tools yang disediakan oleh software anda akan secara otomatis membagi tren pergerakan harga yang terjadi, dan menggambarkan garis horizontal sesuai dengan rasio Fibonacci 23.6 persen, 38.2 persen, 50 persen, 61.8 persen, dan 100 persen. Level harga tersebut juga memungkinkan untuk digunakan sebagai level s/r. Software charting anda akan menjelaskan prosedur ini, yang biasanya juga melibatkan tidak lebih dari langkah-langkah mekanisme berikut: pelajari cara mengidentifikasi tren harga.

Sebagai pola, pada Gambar 2, kita ingin melihat titik support dan resistance Fibonacci atau level Fibonacci Forex saat EURUSD naik dan kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya yang terjadi saat tren turun pada Desember 2009 sampai Juni 2010, yang digambarkan oleh garis putus-putus di sisi kiri grafik. Pilih opsi Fibonacci Retracement.

Untuk menentukan Fibonacci Retracement ketika tren naik yang terjadi sehabis tren turun, pertama anda perlu memilih tren turun yang terjadi sebelumnya agar software charting anda mampu mengkalkulasikan titik persentase retracement yang mungkin akan dicapai dikala tren kembali naik ke pergerakan tren turun yang sebelumnya terjadi.

  • Untuk melaksanakan ini: Arahkan kursor mouse anda ke titik tertinggi di mana tren turun dimulai, lalu klik kiri dan tahan sembari menyeret kursor mouse ke titik terendah di mana tren turun berakhir, dan kemudian lepaskan klik kiri mouse tersebut. Setelah anda melaksanakan mirip yang telah dijelaskan, maka Fibonacci Retracement akan muncul, dan anda bisa memakai garis yang muncul tersebut sebagai titik s/r ketika tren kembali naik. Ketika harga perlahan merangkak naik, masing-masing level dari Fibonacci Retracement akan berfungsi sebagai resistance. Sementara bila harga berhasil menembus atau berada di atas salah satu level Fibonacci Retracement, maka Resistance tersebut akan berkembang menjadi Support.

Sebaliknya, untuk menggambarkan Fibonacci Retracement saat tren turun yang terjadi sehabis tren naik, anda juga bisa melaksanakan hal yang sama. Satu-satunya perbedaan yakni anda harus menentukan tren naik yang terjadi sebelumnya biar software charting anda dapat mengkalkulasikan titik persentase retracement yang mungkin akan dicapai saat tren bergerak turun ke pergerakan tren naik yang sebelumnya terjadi.

Untuk melakukan ini: Setelah memilih opsi Fibonacci Retracement dari menu indikator teknikal anda, tempatkan kursor mouse anda di titik terendah ketika tren naik dimulai, dan tahan klik kiri sembari menyeret kursor mouse ke titik tertinggi di mana tren naik berakhir, kemudian lepaskan klik kiri mouse tersebut, dan Fibonacci Retracement akan muncul, sehingga anda bisa menggunakannya sebagai level s/r ketika harga bergerak turun ke pergerakan sebelumnya. Ketika harga turun, maka setiap level terdekat akan bertindak sebagai support setidaknya hingga harga menembus ke bawah level tersebut, dan support sebelumnya berubah menjadi resistance. Perlu anda ingat kembali bahwa dari Fibonacci Retracement yang telah anda gambarkan sebelumnya, software akan secara otomatis mengkalkulasikan level harga pada level 23.6 persen, 38.2 persen, 61.8 persen, dan 100 persen dari tren harga yang anda pilih.


Lebih Lanjut Tentang Apa Itu Fibonacci Retracement

Trader terlebih dahulu harus menentukan periode mana yang akan digunakan ketika menggambar Fibonacci ke dalam grafik Forex, jadi dalam hal ini akan ada sebuah hal yang dinamakan dengan tingkat penilaian manusia tentang di mana mereka akan menerapkan serangkaian Fibonacci Retracement tersebut. Terlebih lagi, pada satu waktu, jutaan trader juga dapat melihat level Fibonacci forex yang berbeda untuk periode yang berbeda, juga kerangka waktu yang berbeda. Jadi, hal ini akan sangat membantu anda untuk menggambarkan Fibonacci Retracement pada kerangka waktu di atas ataupun di bawah kerangka waktu yang anda gunakan ketika melakukan trading, sehingga pada akhirnya anda juga dapat melihat keduanya:

  • S/R Fibonacci Retracement jangka panjang mencakup rentang waktu yang lebih luas, dan juga kemungkinan tren yang sama sekali berbeda.
  • S/R Fibonacci Retracement jangka pendek mencakup rentang waktu yang lebih sempit, dan juga kemungkinan tren yang berbeda.

Sebagai contoh, anggap kita menginginkan lebih banyak informasi tentang level s/r yang memungkinkan ketika terjadi tren turun pada EURUSD dari April hingga Agustus 2011, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Dalam hal ini, kita juga memungkinkan untuk menggambar Fibonacci Retracement lainnya ketika tren naik pada Februari hingga 2011, yang terjadi di tengah tren yang secara keseluruhan sejak akhir 2009 hingga 2010 berada pada tren turun, di mana hal ini juga dapat memberikan anda sebuah titik support yang memungkinkan jika EURUSD kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya lebih rendah.

Grafik Indikator Fibonacci 3

Fibonacci Retracement Forex yang dihasilkan, seperti pada gambar 3, dapat berfungsi sebagai prediktor yang berguna dalam hal menentukan support dan resistance selama tren turun terjadi. Seperti support dan resistance, perhatikan Fibonacci Retracement sebagai garis tengah untuk rentang harga, atau zona dari support/resistance di mana harga bergerak, bukan sebagai titik support/resistance yang tepat. Sebagai informasi, level Fibonacci Retracement 23.6, 38.2, dan 61.8 cenderung lebih akurat dibandingkan level lainnya.

Leave a Comment